Saat ini korban, lanjut dia, ditangani oleh tiga dokter ahli diantaranya dokter ahli bedah, syaraf dan anastesi. “Tiga dokter ahli yang menanganinya, mudah-mudahan dalam beberapa hari ini korban sudah sadar,”harapnya.
Cedera berat yang dialami korban, akibat terkena benturan benda tumpul di bagian kepala. “Benturannya cukup berat, sehingga membuat korban tidak sadarkan diri,”jelasnya.
Sebelumnya dua korban rusuh tinju Nabire dirujuk ke Jayapura. Satu pasien diantaranya adalah Maria Tekege berumur 9 tahun yang dirawat di RS Bhayangkara Jayapura. Kedua pasien tersebut dirujuk ke Jayapura lantaran tak sadarkan diri sejak peristiwa maut tinju maut di Nabire.
Peristiwa tinju maut Nabire terjadi pada Minggu malam 14 Juli kemarin. Sebanyak 18 orang meninggal dunia akibat terinjak-injak. 35 diantaranya luka-luka. Pertandingan tinju yang digelar oleh Pemkab setempat dilaksanakan dalam rangka pekan olahraga kabupaten. Sementara hingga saat ini kepolisian setempat belum menetapkan tersangka pelaku kerusuhan, namun telah ada 15 orang sebagai saksi. (Jir/Don/l03)
0 komentar:
Posting Komentar